MAKSUD HATI GIBRAN INGIN TERILHAT HEBAT DAN MENJATUHKAN MAHFUD MD, YANG ADA MALAHAN MENUNJUKKAN SIKAPNYA YANG MENGABAIKAN ATURAN DAN ETIKA SERTA MENUNJUKKAN KEBODOHANNYA

MAKSUD HATI GIBRAN INGIN TERILHAT HEBAT DAN MENJATUHKAN MAHFUD MD, YANG ADA MALAHAN MENUNJUKKAN SIKAPNYA YANG MENGABAIKAN ATURAN DAN ETIKA SERTA MENUNJUKKAN KEBODOHANNYA

Dalam debat capres/cawapres, kita bukan hanya akan dapat melihat gagasan-gagasan dan program-program dari masing-masing capres/cawapres atau pasangan calon (paslon), melainkan juga dapat melihat sikap, adab, kepribadian dan karakter dari masing-masing paslon tersebut.

Dalam tullisan saya kali ini, saya ingin membahas tentang pertanyaan, jawaban dan sikap Gibran dalam debat cawapres Minggu malam, 21 Januari 2024 saat sesi tanya jawab cawapres ketika Gibran mengajukan pertanyaan kepada Mahfud MD sebagaimana yang dapat Anda simak pada video di bawah ini.

Gibran bertanya kepada Mahfud MD, "bagaimana cara mengatasi greenflation ?"

Ada beberapa catatan saya terhadap Gibran pada sesi ini, sesi tanya jawab Gibran terhadap Mahfud MD.

PERTAMA, Gibran mengabaikan aturan debat sebagaimana yang telah disampaikan oleh moderator sebelumnya yang dapat dilihat pada video di bawah ini.

Jadi, ketika Gibran melontarkan pertanyaan kepada Mahfud MD tentang greenflation tanpa menjelaskan tentang greenflation itu sendiri, ini artinya Gibran telah melanggar ketentuan debat sebagaimana yang disampaikan oleh moderator sebelum memasuki sesi ini yaitu jika menggunakan singkatan dan atau terminologi / istilah untuk menyampaikan penjelasannya agar pertanyaannya menjadi jelas dan dimengerti oleh lawan debatnya. Greenflation itu sendiri sebenarnya adalah singkatan atau lebih tepatnya gabungan 2 kata yaitu green dan inflation.

Jadi, ini artinya Gibran benar-benar sengaja melanggar aturan atau ketentuan debat yang telah disampaikan.

KEDUA, Gibran mengabaikan etika dan adab. Ketika Gibran mengatakan "Ini tadi tidak saya jelaskan karena beliau (Mahfud MD) adalah seorang profesor.", ini menunjukkan bahwa ia sengaja tidak menjelaskan untuk menjatuhkan Mahfud MD. Jadi, ketika dia mengajukan pertanyaan di mana ada terminologi atau istilah yang tidak dijelaskan memang tujuan untuk menyerang secara personal, untuk menjatuhkan lawan debatnya.

KETIGA, Gibran tidak dapat membedakan antara terjemahan dengan mendefinislikan apalagi menjelaskan. Ketika Gibran lebih lanjut diminta untuk menjelaskan tentang greenflation dalam pertanyaannya, Gibran hanya menerjemahkan kata greenflation, bukannya mendefinisikan, apalagi menjelaskan, ketika menjawabnya "Greenflation adalah inflasi hijau. Sesimple itu."

KEEMPAT, Gibran menunjukkan sikapnya yang kurang etis dan kurang beradab sebagaimana yang dapat Anda lihat pada video di bawah ini.

Menurut Effendi Gazali, Gibran lebih banyak gimik dan bahkan gimiknya ini belum pernah dilihatnya dalam debat capres di seluruh dunia.

KELIMA, Gibran nampak juga kurang menguasai apa yang ditanyakan kepada Mahfud MD tentang greenflation. Kekurangmenguasaan Gibran akan apa yang ditanyakan yaitu tentang greenflation juga tampak dari paparannya lebih lanjut sebagaimana yang dapat dilihat pada video di bawah ini.

Inilah paparan Gibran lebih lanjut ketika mengomentari jawaban Mahfud MD tentang Greenflation : "Prof. Mahfud, yang namanya greenflation atau inflasi hijau itu, ya kita kasih contoh yang simple aja, demo rompi kuning di Perancis, bahaya sekali, sudah memakan korban.Ya ini harus kita antisipasi, jangan sampai terjadi di Indonesia. Kita belajar dari negara maju. Negara maju saja masih ada tantangan-tantangannya. Intinya, transisi menuju energi hijau itu harus super hati-hati. Jangan sampai malah membebankan, R & D yang mahal, proses transisi yang mahal ini pada masyarakat, pada rakyat kecil. Itu maksud saya inflasi hijau, Prof. Mahfud."

Untuk dapat menilai lebih lanjut jawaban Gibran ini dengan mengacu pada pertanyaan yang dilontarkannya kepada Mahfud MD tentang greenflation, maka kita harus tahu dulu tentang apa itu greenflation secara baik.

Pertama, mengacu pada definisi greenflation itu sendiri. Berdasarkan Blog Kamus Cambridge, greenflation diartikan sebagai "kenaikan harga akibat peralihan ke ekonomi hijau". Mengutip Ekonom Iklim dari Columbia Business School Gernot Warner yang menukil pernyataan Direktur Executive European Central Bank, Isabel Schnabel, pada The New York Times, greenflation merujuk pada kenaikan harga dan krisis tenaga kerja yang terjadi seiring dengan transisi ramah lingkungan. Kenaikan harga terjadi lantaran perusahaan mengeluarkan anggaran lebih untuk melakukan transisi energi mengingat biaya penggunaan energi hijau dianggap masih lebih mahal dibandingkan fosil.

Kedua, tentang demo rompi kuning di Perancis yang dipaparkan oleh Gibran untuk menjelaskan tentang greenflation.

Gerakan rompi kuning mulai mencuat di Prancis pada Oktober 2018 sebelum akhirnya pecah menjadi aksi unjuk rasa pada 17 November 2018. Sejak itu, banyak yang melanjutkan aksi blokade massa yang menyebabkan kemacetan dan kelangkaan bahan bakar menjelang musim libur. Peserta terus menggelar aksi protes setiap Sabtu hingga kini. Demonstrasi itu dipicu oleh sistem pajak yang memberatkan yang tidak sepadan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pajak bahan bakar tersebut merupakan strategi Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membiayai pengembangan energi bersih.

Nah, sekarang mari kita kembali kepada pertanyaan yang dilontarkan Gibran kepada  Mahfud MD, yaitu "Bagaimana cara mengatasi greenflation?"

Jadi, menurut saya, paparan Gibran lebih lanjut ini tidaklah menjelaskan tentang bagaimana cara mengatasi greenflation itu sendiri, bahkan tidak menjelaskan tentang greenflation  itu sendiri.

Jika demo rompi kuning di Perancis terjadi akibat pemerintah Perancis yang menaikkan pajak yang memberatkan untuk membiayai pengembangan energi bersih, lalu bagaimana dengan rencana peningkatan pajak untuk menutupi biaya mengadakan makan siang gratis sebagaimana yang dipaparkan oleh Gibran maupun Prabowo sendiri sebelumnya ?

Nah bagaimana menurut rekan-rekan sekalian ? Silahkan berikan komentarnya pada kolom komentar ya ! Terima kasih.


Salam Cerdas Bernalar dan Memilih,


Max Hendrian Sahuleka

"INTERNET SUPER CEPAT GRATIS DAN MERATA" ATAU "MAKAN SIANG GRATIS", MANA YANG ANDA PILIH ?

"INTERNET SUPER CEPAT GRATIS DAN MERATA" ATAU "MAKAN SIANG GRATIS", MANA YANG ANDA PILIH ?

Salah satu pertimbangan rasional untuk mendukung dan memilih salah satu paslon adalah dengan melihat dan menilai gagasan-gagasannya yang tertuang dalam program-programnya.

Dan pertmbangan rasional untuk menilai program-program tersebut adalah dengan membandingkannya secara anggaran dan keefektivannya.

Dalam debat cawapres pada Jumat malam, 22 Desember 2023, Gibran mengemukakan bahwa anggaran program makan siang gratisnya itu adalah Rp 400 trilyun per tahun sebagaimana yang dapat disaksikan pada potongan video debat cawapres tersebut di bawah ini.

Di bawah ini adalah beberapa pertimbangan untuk menilai program mana yang lebih tepat, lebih baik, lebih efektif dan lebih efisien.

PERTIMBANGAN PERTAMA, ASPEK ANGGARAN. Dengan asumsi menggunakan layanan internet yang sudah ada, jika setiap orang menghabiskan anggaran untuk kuota internet adalah Rp 100.000 per bulan, maka dengan anggaran Rp 400 trilyun per tahun jika digunakan untuk mendanai internet gratis akan dapat dinikmati oleh sekitar 333 juta orang sementara jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa. Artinya anggaran 400 trilyun tersebut tidak seluruhnya terpakai, dan masih ada sisa sekitar Rp 5 trilyun yang dapat digunakan untuk pos anggaran lain.

PERTIMBANGAN KEDUA, ASPEK PEMERATAAN / KEADILAN. Dari perhitungan di atas, anggaran Rp 400 trilyun lebih dapat digunakan untuk menyediakan internet cepat gratis secara merata ke seluruh penduduk Indonesia. Sementara dilihat dari aspek pemerataan atau keadilan ini, program makan siang gratis sulit untuk dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Lagipula, program makan siang gratis hanya ditargetkan untuk 82,9 juta penduduk sebagaimana yang disampaikan oleh Burhanuddin Abdullah, Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, dalam acara peluncuran dan pemaparan rekomendasi kebijakan umum Prabowo dan Gibran bertema Cita-cita Penerus Negeri di Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Desember 2023

PERTIMBANGAN KETIGA, ASPEK MANFAAT DAN DAMPAKNYA. Pertanyaan ini dapat saya kembalikan kepada diri masing-masing untuk menilainya. Apa dampak dari makan siang gratis terhadap kehidupan Anda hari itu ? Dan apa dampak dari internet gratis sepanjang hari itu terhadap kehidupan Anda ?

Secara biologis, dampak optimal dari makan hanyalah 6 - 8 jam. Dengan kata lain, setelah 6 - 8 jam maka tubuh akan kembali merasa lapar. Artinya, dampak dari program makan siang gratis hanyalah sekitar 6 - 8 jam. Tinggal pertanyaan selanjutnya, apa dampaknya terhadap produktivitas kita ?

Selain itu, jika anggaran Rp 400 trilyun itu dibagi dengan 82,9 juta penduduk kemudian dibagi dengan 360 hari dalam setahun maka besarnya anggaran makan siang gratis per orang per hari adalah Rp 13.403.

Pertanyaannya, dengan anggaran sekitar Rp 13.400, menu makan siang seperti apakah yang dapat disajikan yang katanya melalui program makan siang gratis ini dapat membawa bangsa ini mencapai Indonesia Emas di tahun 2045 nanti ?

Jika dikatakan bahwa program makan siang gratis ini adalah sebagai stimulus untuk merangsang pertumbuhan ekonomi karena akan banyak rumah makan dan bisnis catering yang diuntungkan maka pertanyaannya rumah makan dan bisnis catering yang mana atau milik siapa.

Sementara jika anggaran itu diperuntukkan untuk penyediaan layanan internet cepat gratis, ini artinya seluruh orang dapat menikmati internet gratis untuk berbagai kebutuhannya. Bagi para content creatorpara pebisnis online dan para driver online, ketersediaan internet gratis sangat bermanfaat untuk produktivitas dan kerja mereka. Bagi para pelajar dan mahasiswa, hal ini dapat menunjang kegiatan belajarnya dan mencari informasi ilmu dan pengetahuan yang dibutuhkannya. Dan masih banyak manfaat dan dampak lainnya dari pemberian layanan internet cepat gratis ini.

Nah, bagaimana ? Dari paparan di atas, program yang manakah yang lebih baik, yang lebih tepat, yang lebih efektif, yang lebih efisien dan yang lebih mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul yang membuat Indonesia benar-benar menjadi 'emas' pada Indonesia Emas di tahun 2045 ?

Menurut saya, program yang lebih baik, yang lebih tepat, yang lebih efektif, yang lebih efisien dan yang lebih mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul yang membuat Indonesia benar-benar menjadi 'emas' pada Indonesia Emas di tahun 2045 adalah PROGRAM INTERNET SUPER CEPAT GRATIS DAN MERATA.

Oleh karena itu, mari kita dukung dan pilih Ganjar-Mahfud demi gerak cepat menuju Indonesia unggul karena Ganjar-Mahfud menang maka Internet Super Cepat Gratis dan Merata.


Salam Gerak Cepat Menuju Indonesia Unggul,


Max Hendrian Sahuleka

JANGAN MELANJUTKAN PROGRAM KADALUARSA DAN TELAH TERBUKTI GAGAL. KELEDAI SAJA TIDAK AKAN JATUH 2 KALI KE LUBANG YANG SAMA. MASA SIH MAU GAGAL ATAU JATUH KE LUBANG YANG SAMA BERKALI-KALI SELAMA LEBIH DARI 50 TAHUN ?

FOOD ESTATE, PROGRAM KADALUARSA DAN GAGAL YANG INGIN TETAP DIPERTAHANKAN OLEH PRABOWO. ITULAH MENGAPA SAYA TIDAK MENDUKUNG BAHKAN MENENTANG PRABOWO.

Kekeukeuhan Prabowo Subianto untuk tetap menjadikan food estate sebagai program andalannya dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan, tidak belajar dari kegagalan-kegagalan implementasi yang dilaksanakan pemerintah sebelumnya bahkan kegagalan, bahkan meskipun program yang juga berada di bawah koordinasi dirinya sebagai Menteri Pertahanan telah gagal dan justru berimbas negatif terhadap lingkungan hidup.

Food estate diprediksi tidak bisa menjadi solusi mengatasi krisis pangan, apalagi untuk bisa membawa kedaulatan pangan di Indonesia. Hal ini menjadi kesimpulan dalam webinar bertajuk “Food Estate: Solusi atau Masalah Petani di Indonesia” yang dilaksanakan oleh Serikat Petani Indonesia (SPI), Kamis (22/10). Webinar ini sendiri masih dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Se-dunia 2020 oleh SPI (Serikat Petani Indonesia).

Henry Saragih, Ketua Umum SPI menyatakan, SPI menolak food estate, karena dengan konsep ini, produksi pangan di Indonesia akan tergantung dan diurus oleh korporasi pertanian besar baik itu korporasi luar negeri dan Indonesia.

Henry melanjutkan, food estate juga akan membutuhkan investasi yang sangat besar yang menghabiskan keuangan negara. Padahal, Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan bahwa petani dan pertanian kecil yang dikelola keluarga petani (family farming) yang memberi makan masyarakat dunia, bukan korporasi pertanian.

FOOD ESTATE, PROGRAM KADALUARSA DAN GAGAL YANG INGIN TETAP DIPERTAHANKAN OLEH PRABOWO. ITULAH MENGAPA SAYA TIDAK MENDUKUNG BAHKAN MENENTANG PRABOWO.

Menurut pengamat pertanian sekaligus Guru Besar dan Kepala Pusat Bioteknologi IPB, Dwi Andreas Santosa, kegagalan itu terjadi karena pemerintah melanggar 4 pilar pengembangan lahan pertanian skala besar, yakni: 

Pertama, adalah terkait kesesuaian tanah dan agro climate yang tidak terpenuhi di beberapa proyek lumbung pangan yang ia amati selama 25 tahun terakhir. “Misalnya satu tanaman tertentu dipaksakan di lahan tertentu yang tidak cocok, agro climate-nya gak cocok, ya pasti gagal lah,” katanya.

Kedua, adalah terkait kelayakan infrastruktur. Ia mencontohkan lumbung pangan di Kalimantan Tengah yang infrastrukturnya seperti tata kelola air yang dibangun tidak maksimal karena alasan pendanaan, sehingga membuat lumbung pangan di wilayah tersebut gagal untuk berkembang.

“Ketiga, terkait kelayakan budi daya dan teknologi. Apakah ada varietas-varietas tertentu yang cocok untuk wilayah setempat? Apakah ada teknologi pendampingnya? teknologi pemupukannya? teknologi pengendalian hama? karena pembukaan lahan baru selalu berisiko dengan hama. Kalau itu tidak bisa dipenuhi, jawabannya gagal,” jelasnya.

Lalu pilar terakhir adalah pilar sosial dan ekonomi, yang menurutnya terkadang dilupakan oleh pemerintah. Ia mengungkapkan pembukaan lahan dalam skala besar tentu selalu dibarengi dengan konflik sosial seperti hak wilayah dan sebagainya, terutama di Papua.

FOOD ESTATE, PROGRAM KADALUARSA DAN GAGAL YANG INGIN TETAP DIPERTAHANKAN OLEH PRABOWO. ITULAH MENGAPA SAYA TIDAK MENDUKUNG BAHKAN MENENTANG PRABOWO.

Pegiat lingkungan yang tergabung di Grennpeace, LBH Kalteng, Save Our Borneo dan Walhi menilai proyek lumbung pangan ini justru memperparah krisis pangan dan iklim.

Bayu Herinata, Direktur Eksekutif Walhi Kalteng mendesak pemerintah harus melakukan evaluasi pelaksanaan proyek food estate secara menyeluruh karena ada potensi kerugian negara dari penggunaan APBN dalam menjalankan proyek ini.

Direktur LBH Palangkaraya, Aryo Nugroho mengimbuhkan, proyek food estate bukan hanya tak sejalan dengan upaya pemenuhan hak atas pangan dan hak atas lingkungan yang sehat untuk masyarakat hari ini, tapi juga mengabaikan hak-hak generasi mendatang.

World Resources Institute menjabarkan beberapa alasan mengapa food estate bukanlah solusi tepat untuk mencapai ketahanan pangan. Pertama, masalah utama di Indonesia adalah soal distribusi bukan ketersediaan dan food estate tidak menyelesaikan masalah tersebut. Kedua, food estate tidak bisa menjadi solusi atas keterbatasan akses terhadap pangan yang sehat. Pasalnya, penyebab utama dari masalah ini adalah daya beli yang lemah, dan lagi-lagi, bukan karena kurangnya ketersediaan pangan.

Pakar Manajemen Risiko Iklim dari Institut Pertanian Bogor, Rizaldi Boer, pernah mengatakan bahwa proyek lumbung pangan bisa mengancam komitmen Indonesia untuk mengatasi krisis iklim, yang seharusnya bisa dicapai dengan penurunan luas deforestasi dan perbaikan pengelolaan lahan gambut.


KESIMPULAN :

Dalam acara "DIALOG CAPRES BERSAMA KADIN" pada hari Jumat, 12 Januari 2024, Prabowo menyatakan bahwa program food estate merupakan program yang sudah dicanangkan oleh Ibnu Sutowo sejak 1970. 

Pertanyaannya sederhana saja, jika program food estate adalah program yang efektif dalam membangun ketahanan pangan dan mensejahterakan rakyat, terutama kesejahteraan petani, maka seharusnya para petani Indonesia sudah sejahtera dan ketahanan pangan telah terbangun saat ini.

Alih-alih berhasil, program ini terbukti gagal bukan hanya sekarang melainkan sejak dulu. Tetap keukeuh melanjutkan program food estate ini sama saja melanjutkan kegagalan dan akan membawa kegagalan dan kerugian yang lebih besar lagi. INGAT, keledai tidak akan jatuh 2 kali ke dalam lubang yang sama. Akankah kita memilih Prabowo yang akan menjalankan program food estate yang telah terbukti gagal bahkan telah terbukti gagal dilaksanakannya ketika program food estate ini berada di bawah koordinasinya sebagai Menteri Pertahanan ?

Jika demokrasi adalah kekuasaan berada di tangan rakyat, maka sudah seharusnya pemimpin mamu mendengarkan suara rakyat. Dan inilah PERNYATAAN SIKAP MASYARAKAT SIPIL yang dilontarkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari 163 lambaga ketika pernyataan sikap ini dibuat :

  1. Proyek ini akan menambah kerugian negara.
  2. Proyek ini merusak alam, rakyat yang menerima akibatnya.
  3. Seharusnya pemerintah mengembalikan urusan pangan kepada petani, dan berikan hak atas tanah.

Dan sebagai penutup, saya ingin bertanya: "Jika program meningkatkan produk pertanian yang dibangun di atas lahan proyek food estate, apakah petani dan rakyat otomatis akan sejahtera ?"

Menurut saya, petani tetap tidak sejahtera dan hidup miskin. Dan keuntungan tersebut hanya akan dinikmati oleh elit dan pihak korporasi besar. Padahal semuanya itu menggunakan uang negara.

Dari semua ulasan di atas, masih patutkah program food estate dipertahankan atau dilanjutkan ?

Jika jawabannya adalah TIDAK, ini artinya Paslon 02 tidak layak untuk dipilih. Memilihnya sama saja melanjutkan kegagalan dan membuat negara mengalami kerugian lebih besar lagi.

Kalau saya sih lebih percaya Paslon 03 untuk membangun kedaulatan dan ketahanan pangan yang telah terbukti dari rekam jejaknya selama 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Bagaimana dengan Anda ?


Salam Cerdas Bernalar dan Memilih,


Max Hendrian Sahuleka


REFERENSI :

KATA PAKAR DAN PRAKTISI SOAL GANJAR DI DEBAT CAPRES KETIGA 7 JANUARI 2024

KATA PAKAR DAN PRAKTISI SOAL GANJAR DI DEBAT CAPRES KETIGA 7 JANUARI 2024

"Ketika diri kita tidak mampu menilai dengan baik dan benar, maka dengarkanlah penilaian dari para pakar atau tokoh yang diakui kredibilitasnya."
[ Max Hendrian Sahuleka ]

Setiap orang sering mengklaim pendapatnya paling baik dan paling benar. Namun demikian, klaimnya tersebut harus diuji berdasarkan data dan fakta di lapangan serta mempertimbangkan pendapat dari para tokoh dan pakar serta praktisi di bidang tersebut.

Inilah dia, pendapat dari para pakar dan praktisi tentang Ganjar di debat capres ketiga, 7 Januari 2024.

NAJWA SHIHAB (PRAKTISI MEDIA)

“Mas Ganjar di sini jauh lebih bagus dari debat pertama. Lebih jelas posisinya seperti apa.” 


GILANG GUSTI AJI (PAKAR KOMUNIKASI POLITIK UNIVERSITAS SURABAYA)

"Pak Ganjar kali ini tampak lebih siap, dengan konsep dan strategi. Ia mendasarkan pada data-data dan yang paling menarik adalah lebih jelas secara bersikap juga."


CONNIE RAHAKUNDINI BAKRIE (PAKAR MILITER)

“Pak Ganjar paling siap dari semuanya. Terakhir Pak Ganjar mengeluarkan semua data yang dia miliki. Itu menurut saya keren lah. Pak Anies ngomong banyak yang bagus, tapi kurang clear.”


AL ARAF (PENGAMAT PERTAHANAN DAN KEAMANAN)

“No utang, no usang itu slogan yang menarik. Kalau saya boleh tafsirkan, Pak Ganjar ingin menjelaskan visi dan misi dia terkait kemandirian pertahanan. Ganjar impressive di debat kali ini."

SUSANINGTYAS KERTOPATI (PENGAMAT PERTAHANAN DAN KEAMANAN)

“Beberapa hal yang disampaikan (Ganjar) dibenarkan oleh Prabowo.”


AHMAD KHOIRUL UMAM (DIREKTUR  (DIREKTUR INSTITUTE FOR DEMOCRACY AND STRATEGIC AFFAIRS)

“Dalam debat ketiga ini, Ganjar cerdas,  Dalam konteks substansi, diakui atau tidak, Mas Ganjar tampil cukup impresif dengan tampilan argumen yang cukup simpatik, lebih tertib, dan pola konfrontasi yang lebih terukur.”

"Ganjar mampu mengelaborasi argumen tentang visi pertahanan, keamanan dan diplomasi ekonomi dengan cukup impresif. Ganjar mampu mengelaborasi basis argumennya secara clear ketika tampil menjelaskan tentang kematangan perencanaan dan komitmen anti-korupsi dalam eksekusi kebijakan pertahanan, penguatan infrastruktur cyber nasional, dan komitmennya pada upaya revitalisasi kinerja ASEAN yang cenderung prosedural."


ALMAN HELVAS ALI (PENGAMAT MILITER)

"Jadi, apa yang dikatakan capres nomor urut 01 dan 03 itu betul, bahwa ekonomi harus ditambahkan kalau kita ingin menaikkan anggaran pertahanan. Kalau tidak, maka anggaran pertahanan bisa dibesarkan, tetapi ada korban di sektor belanja yang lain."


ARYA BUDI (PAKAR POLITIK UGM)

"Terkait substansi, debat kali ini Ganjar yang paling kuat. Dia mampu membeberkan pertahanan Indonesia dari berbagai sumber dan data."


JALESWARI PRAMODHAWARDANI (DEPUTI KANTOR STAF PRESIDEN BIDANG POLITIK, HUKUM, PERTAHANAN DAN HAK ASASI MANUSIA)

"Keberpihakan Ganjar Pranowo pada perempuan yang bukan hanya skala nasional, namun internasional, merupakan bentuk keseriusan Ganjar-Mahfud dalam isu perempuan."

"Pada debat Capres nanti malam, Ganjar-Mahfud memiliki program unggulan yang tidak dipikirkan oleh pasangan calon (paslon) lain. Sebagai anak polisi berpangkat rendah, Mas Ganjar paham betul kesulitan-kesulitannya. Program Kuliah Gratis Anak TNI dan POLRI akan yang menjamin lebih banyak anak TNI dan POLRI bergelar sarjana untuk meningkatkan ekonomi keluarga."


SUMBER :

MENYOAL SIKAP GRACE NATALIE DAN ISYANA BAGOES OKA DALAM ACARA DEBAT CAPRES KETIGA 7 JANUARI 2024

MENYOAL SIKAP GRACE NATALIE DAN ISYANA BAGOES OKA DALAM ACARA DEBAT CAPRES 7 JANUARI 2024

Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka melontarkan protes kepada moderator Debat Capres 7 Januari 2024 karena aksi salam 3 jari (melayangkan 3 jari ke atas) saat debat capres berlangsung di mana menurutnya dianggap mengganggu konsentrasi Prabowo Subianto.

Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka mempertanyakan tentang aturan yang berlaku.

Terkait hal ini, ada beberapa komentar saya atas sikap Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka yang maju menghampiri moderator dalam acara debat capres 7 Januari 2024.

PERTAMA, sikap Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka adalah KELIRU. Dan saya yakin seyakin-yakinnya bahwasannya siapapun tahu tentang hal ini yaitu sikap kritis Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka tidak seharusnya ditujukan ke moderator karena kita semua tahu apa itu tugasnya moderator dalam sebuah debat.

Penilaian saya ini sejalan dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari yang mengatakan sikap Wakil Ketua Dewan Pembina Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie memprotes pendukung capres lain yang melakukan ekspresi dukungan, TIDAK TEPAT.

Menurut Hasyim, jika ada para pendukung yang mengekspresikan dukungan kepada capres di ruang debat, yang harus melakukan penertiban itu adalah penghubung dari tim capres kepada penyelenggara. Bukan dilakukan oleh Grace. "Karena sudah disepakati seperti itu," kata dia.

Menurut Hasyim jika masalah itu terjadi, ada sesama LO yang akan saling berkomunikasi untuk memberitahukan apa pun yang berpotensi mengganggu ruang debat. LO itu yang akan bertugas mengendalikan pendukung yang hadir di ruang debat. "Jadi langkah mengingatkan itu lewat LO," tutur Hasyim.

KEDUA, jika memperhatikan secara seksama, posisi Prabowo yang berada di paling kanan (dari arah belakang) sementara pendukung Ganjar Pranowo berada di sisi kiri, di mana Prabowo ketika berbicara menghadap ke kiri (ke arah Ganjar atau Anies), maka besar kemungkinan salam 3 jari yang dilontarkan pendukung Ganjar tidak begitu tampak oleh Prabowo karena posisi tubuh dan pandangannya menghadap ke arah Ganjar atau Anies.

MENYOAL SIKAP GRACE NATALIE DAN ISYANA BAGOES OKA DALAM ACARA DEBAT CAPRES 7 JANUARI 2024

KETIGA, jika gerakan mengacungkan 3 jari ke atas saja dianggap mengganggu konsentrasi Prabowo, bagaimana mampu memimpin bangsa dan negara ini yang tekanannya jauh lebih besar dan lebih berat lagi dari sekedar acungan 3 jari ke atas. Sebagai contoh, menghadapi para demonstran besar-besaran dengan emosi yang luar biasa.

Jadi, secara umum, dari penilaian Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka yang menganggap acungan 3 jari ke atas ini sebagai mengganggu, saya semakin meragukan kualitas kepemimpinan Prabowo. Artinya, sikap Grafce Natalie dan Isyana Bagoes Oka ini semakin menegaskan bahwa Prabowo memang orangnya temperamental atau emosian sehingga emosinya gampang tersulut sehingga akhirnya mengganggu konsentrasinya.

Seorang pemimpin yang baik haruslah senantiasa mampu berpikir jernih dalam situasi apapun termasuk dalam tekanan yang sangat tinggi.

Baltasar Gracian (1601-1658), Penulis Prosa dan Filsuf dari Spanyol, mengatakan: "Jangan pernah melakukan apapun dengan emosional, karena Anda akan melakukan semua yang salah.“

Jadi, janganlah sampai bangsa dan negeri ini dipimpin oleh pemimpin yang temperamental atau emosian sehingga keputusan-keputusan yang diambilnya akan salah di mana keputusannya ini bisa berdampak besar mempengaruhi keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan rakyat.

Dan terakhir yang ini saya sampaikan, siapa yang kita dukung dan ikuti, secara sadar maupun tidak sadar, akan mempengaruhi diri atau jiwa kita. Jika kita mendukung dan mengikuti seseorang yang temperamental atau gampang emosian, maka kita akan menjadi gampang emosian. Jika kita mendukung dan mengikuti seseorang yang tidak mampu menempatkan diri pada tempatnya, maka kita juga menjadi tidak mampu menempatkan diri pada tempatnya.

Itulah mengapa saya dukung dan pilih GANJAR PRANOWO. Kecerdasan emosional atau kemampuan emosinya benar-benar teruji berkali-kali ketika menghadapi para demonstran secara langsung dalam kasus Wadas dan lain sebagainya.

Daniel Goleman, pakar dan penulis buku tentang Emotional Intelligence, mengatakan bahwa kecerdasan emosi seseorang sangatlah penting bahkan lebih penting dari kecerdasan intelektual di mana kecerdasan emosional inilah yang akan mampu membawa seseorang ke puncak kesuksesannya.


Salam Cerdas Bernalar dan Memilih,


Max Hendrian Sahuleka

MENYOAL PROGRAM MAKAN SIANG DAN SUSU GRATIS PRABOWO-GIBRAN [ BAGIAN 2 ]

MENYOAL PROGRAM MAKAN SIANG DAN SUSU GRATIS PRABOWO-GIBRAN [ BAGIAN 2 ]

Setiap capres dan cawapres berkampanye menyampaikan program-program atau janji-janjinya, maka kita harus analisa kerasionalitasannya dan keefektivitasannya.

MENYOAL PROGRAM MAKAN SIANG DAN SUSU GRATIS PROGRAM PRABOWO - GIBRAN

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya telah membahas program makan siang + susu gratis dari aspek kerasionlitasannya dengan mempertimbangkan kisaran besarnya anggaran per hari dan per tahun sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah, di Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Desember 2023.

Jika dinilai tidak rasional, maka sebagai makhluk yang rasional, kita harus menolak atau tidak mendukung atau tidak memilihnya.

Seandainya dianggap masih rasional, maka sebagai manusia yang menjunjung tinggi prinsip efektivitas, sebagaimana yang disampaikan oleh Stephen Covey, kita harus menguji seberapa efektifnya suatu program yang dilontarkan. Jika tidak efektif, maka kita harus menolak atau tidak mendukung atau tidak memilihnya.

Sesungguhnya melihat keefektifan sebuah program merupakan sebuah pertimbangan rasional. Menurut Stephen Covey, manusia yang efektif adalah manusia yang mampu membuat skala prioritas dan bertindak berdasarkan hal tersebut.

Dalam ekonomi, ada yang dinamakan opprtunity cost, yaitu sebuah kesempatan atau peluang yang hilang karena kita mengambil sebuah keputusan dan tindakan.

Ketika 300 - 500 trilyun dialokasikan untuk merealisasikan program makan siang + susu gratis, maka akan ada program yang harus dikorbankan untuk merealisasikan program lainnya.

Selain itu, program ini juga layak dianalisa keefektifannya dari tujuan yang ingin dicapai sebagaimana yang telah disampaikan oleh paslon 02 yaitu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas. Apakah program makan siang + susu gratis ini benar-benar mampu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas ?

Pilihan memang ada di tangan Anda, apakah Anda akan memilih anggaran sebesar Rp 450 trilyun untuk program makan siang + susu gratis, atau memilih anggaran tersebut untuk uang saku kader posyandu + gaji guru ngaji + 1 sarjana dalam 1 keluarga miskin + internet cepat gratis + kesejahteraan masjid dan pengurus masjid + kuliah gratis untuk anak para prajurit dan bhayangkara + program-program lainnya ?

Jika Anda mau secara jujur mengedepankan akal atau pertimbangan rasional dan menjunjung tinggi prinsip efektif, pasti Anda akan memilih anggaran sebesar Rp 450 trilyun  untuk uang saku kader posyandu + gaji guru ngaji + 1 sarjana dalam 1 keluarga miskin + internet cepat gratis + kesejahteraan masjid dan pengurus masjid + kuliah gratis untuk anak para prajurit dan bhayangkara + program-program lainnya.

Ini artinya Anda pasti akan memilih PASLON NOMOR URUT 3.

Dan sebagai manusia yang dianugerahi akal oleh Allah SWT, kita harus senantiasa menggunakan akal dan hati kita dalam mengambil keputusan sebagai wujud syukur atas anugerah tersebut.

Dan memilih PASLON NOMOR URUT NOMOR URUT 3 adalah pilihan yang paling rasional dan sesuai dengan prinsip efektif. Selain itu, capres nomor urut 3 adalah capres yang paling jujur / berintegritas sebagai yang telah saya jelaskan dalam tulisan saya yang dapat Anda download dengan meng-KLIK link berikut ini : https://bit.ly/caprespalingjujur


Salam Cerdas Bernalar dan Memilih,


Max Hendrian Sahuleka

JANGAN LUPAKAN SEMANGAT REFORMASI 1998, APALAGI SAMPAI KALIAN KHIANATI !

JANGAN LUPAKAN SEMANGAT REFORMASI 1998, APALAGI SAMPAI KALIAN KHIANATI !

Pada tahun 1998. segenap bangsa Indonesia, terutama para mahasiwa, melakukan perlawanan untuk menumbangkan rezim Orde Baru yang dinilai melakukan praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Demi melakukan KKN, rezim Orde Baru seringkali mengabaikan hukum, bahkan membuat hukum seperti yang diinginkannya.

Ada beberapa semangat dan agenda yang diusung oleh para mahasiswa saat itu, yaitu :

  1. Tolak praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)
  2. Tegakkan HAM dan Demokrasi
  3. Tegakkan Supremasi Hukum

25 tahun telah berlalu, sebuah periode waktu yang cukup lama dan bisa dikatakan telah mencapai 1 generasi. Dan banyak generasi sekarang yang nampaknya kurang tahu akan sejarah reformasi ini dan juga tentang nilai-nilai yang akan diperjuangkan. Dan sudah tentu, mereka tidak pernah merasakan betapa tidak enaknya hidupnya dalam masa itu. Tidak ada kebebasan berpendapat dan berkespresi. Tidak adanya perlindungan hukum yang adil. Dan betapa sulitnya memperoleh kesempatan yang sama dalam berbagai bidang atau aspek kehidupan karena betapa praktek KKN telah menjalar ke berbagai aspek kehidupan.

Alih-alih 3 semangat reformasi di atas ditegakkan dan semakin tegak pada era sekarang, nampaknya yang terjadi malah kebalikannya. Dan hal itu sudah sangat terang-terangan.

PERTAMA, diangkatnya Gibran Rangkabuming Raka merupakan sebuah bentuk terang-terangan praktek nepotisme ketika Ketua Mahkamah Konstitusi yang merupakan pamannya Gibran memutuskan bahwa Gibran boleh menjadi cawapres meskipun belum genap berusia 40 tahun. Keputusan ini dinyatakan telah melanggar kode etik Mahkamah Konstitusi. Selain itu, tanpa mengindahkan kode etik partai dan tanpa mengindahkan proses, Jokowi mengusung dan menjadikan anaknya, Kaesang Pangarep, sebagai Ketua Partai yaitu Ketua PSI.

KEDUA, diintimidasinya beberapa orang, di antaranya Najwa Shihab (jurnalis), Butet Kertarajasa (Seniman), Aiman Witjaksono (Praktisi Hukum) dan masih banyak lagi yang lainnya, oleh pemerintah merupakan suatu bentuk terang-terangan pelanggaran HAM dan demokrasi.

Dan KETIGA, ketika banyak pelanggar hukum, terutama yang santer belakangan ini terkait dengan pelanggaran kampanye, tidak dilakukan sanksi yang tegas maka menunjukkan penentangan yang terang-terangan terhadap supremasi hukum.

Ketiga hal di atas berusaha ditutupi sedemikian rupa oleh pemerintah dan kubu #02 dengan berbagai praktek yang juga kita sepakai sebagai hal yang buruk, yaitu MONEY POLITIC

Ada 3 cara membungkam rakyat yang nampaknya dilakukan oleh pemerintah dan kubu #02, yaitu :

  1. Money Politic.
  2. Ditakut-takuti secara hukum dan ekonomi.
  3. Diintimidasi.

Sudah tidak lagi malu-malu, pemerintah dan kubu #02 mempertontonkan praktek money politic, bahkan kubu #02 nampaknya sampai berhasil mempengaruhi seseorang yang bisa dikatakan sebagai tokoh agama untuk melakukan praktek money politic untuk memenangkan paslon #02.

Keburukan tetaplah keburukan meskipun dibungkus dengan agama dan dilakukan oleh tokoh agama. Alih-alih menyadari bahwa yang dilakukannya buruk, kubu #02 seperti ingin menjalankan apa yang dikatakan oleh Ibnu Rusyd : "Jika ingin menguasai orang bodoh, maka bungkuslah yang batil dengan kemasan agama."

Itulah mengapa kubu #02 menggunakan orang yang dianggap sebagai tokoh agama untuk menjalankan aksi buruknya (money politic) sebagai kemasan sehingga seperti mendapat legitimasi secara agama. 

Money politic ini bukan hanya ditujukan kepada rakyat miskin dan bodoh yang nampaknya jumlahnya masih tergolong sangat besar, melainkan juga kepada para tokoh yang dianggap mampu menjadi influencer dan menjadi justifikasi atas segala hal buruk pada paslon #02.

Jika tidak berhasil dengan cara money politic (disogok dengan uang) maka cara kedua yang dilakukan adalah ditakut-takuti, ditakut-takuti secara hukum dan ekonomi.

Aiman Witjaksono adalah salah satu yang ditakut-takuti secara hukum. Temuannya akan adanya praktek-praktek yang menyimpang dalam kampanye pemilu 2024 berusaha dibungkam dengan mengadukan Aiman Witjaksono ke ranah hukum bahkan aduannya ini lebih cepat diadukan dan diproses sebelum Aiman Witjaksono mengadukan aduannya ke hukum.

Selain ditakut-takuti secara hukum, yang lebih banyak lagi, ditakut-takuti secara ekonomi, seperti kehilangan posisi jabatan atau kehilang order atau job (kerjaan). Cak Lontong pernah menyatakan bahwa banyak orderannya di instansi-instansi negeri yang dibatalkan secara sepihak di mana diduga hal ini karena keberpihakan Cak Lontong kepada paslon #03. Dan tidak sedikit yang seperti Cak Lontong, yang ditakut-takuti secara ekonomi.

Jika cara pertama dan kedua tidak berhasil, cara ketiga dilakukan, yaitu intimidasi. Dan praktek intimidasi ini juga sudah tampak terangan-terangan, di antaranya intimidasi kepada Najwa Shihab dan Butet Kertarajasa.

Dalam tulisan saya ini, saya ingin menggugah kepada generasi muda (Gen Z dan Milenial) untuk mau menelusuri sejarah dan menyelaminya sehingga mampu merasakan segala apa yang terjadi di masa lampau. Dan kepada generasi X dan Y, saya ingin mengajak kembali untuk mengingat kembali tentang nilai-nilai dan apa yang kita perjuangkan pada tahun 1998 dengan reformasinya. Janganlah menjadi pengkhianat terhadap nilai-nilai yang telah diperjuangkan pada era reformasi 1998.

"JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN SEJARAH (JAS MERAH)" [ SOEKARNO ]

Jika tidak mau melawan terhadap praktek KKN, pembungkaman HAM dan Demokrasi, dan pelemahan supremasi yang sekarang ini secara terang-terangan dipertontonkan, setidak-tidaknya diamlah.

JANGAN LUPAKAN SEMANGAT REFORMASI 1998, APALAGI SAMPAI KALIAN KHIANATI !

"LEBIH BAIK DIASINGKAN DARIPADA MENYERAH KEPADA KEMUNAFIKKAN." [ SOE HOK GIE ]

Orde Soekarno yang disebut sebagai orde lama oleh orde baru tumbang dalam waktu sekitar 21 tahun berkuasa. Butuh 32 tahun untuk menumbangkan rezim orde baru.

Jika sampai terbentuk lagi rezim, entah apa namanya, mungkin rezim neo orde baru, maka butuh waktu yang lama lagi untuk menumbangkannya. Dan sejarah mencatat bahwa untuk menumbangkan sebuah rezim pasti diwarnai dengan darah dan air mata serta penderitaan.

JANGANLAH SAMPAI TERBENTUK LAGI REZIM BARU. MARI LAWAN SEGALA BENTUK PRAKTEK KKN, LAWAN SEGALA BENTUK PRAKTEK PEMBUNGKAMAN TERHADAP HAM DAN DEMOKRASI, DAN TEGAKKAN SUPREMASI HUKUM !

Salam Demokrasi,


Max Hendrian Sahuleka

GANJAR PRANOWO DALAM PANDANGAN PARA TOKOH - BAGIAN 1 : K. H. MUSTOFA BISRI (GUS MUS)

GANJAR DALAM PANDANGAN PARA TOKOH - BAGIAN 1 : K. H. MUSTOFA BISRI (GUS MUS)

Dalam tulisan saya sebelumnya, APA DASAR PERTIMBANGAN ANDA DALAM MEMILIH CAPRES DAN CAWAPRES  ?, saya telah menjelaskan bahwasannya dasar pertimbangan yang harus kita jadikan acuan dalam memilih capres dan cawapres adalah melihat karakternya.

Ada banyak metode dan cara untuk menilai atau mengetahui karakter seorang capres dan atau cawapres. Salah satunya adalah pandangan dan penilaian dari seorang ulama yang telah diakui keilmuan, integritas, akhlak dan adabnya.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin mengangkat pandangan K.H. Mustofa Bisri terhadap Ganjar Pranowo.

Menurut ulama yang akrab disapa Gus Mus itu, prinsip yang paling ia ingat tentang Ganjar Pranowo adalah hidupnya yang sederhana, meskipun menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah.

“Dia gubernur. Dia pemimpin yang low profile. Dia juga peduli. Karena kepedulian itu penting. Seorang pemimpin yang tidak peduli, cuek sama rakyatnya, itu pemimpin yang gak bagus," tutur Gus Mus mengulas sosok Ganjar Pranowo, Kamis (14/9/2023).

Mustasyar PBNU tersebut menilai Ganjar memiliki modal kuat menjadi pemimpin karena peduli sama rakyatnya. 

“Dan kemudian saya melihat, Pak Ganjar ini adalah pemimpin yang peduli pada rakyatnya. Misalnya kalau ada usulan-usulan serta aduan-aduan, beliau langsung menanggapinya” ujarnya.

Demikianlah pandangan K.H. Mustofa Bisri tentang sosok Ganjar Pranowo.

Seperti yang telah saya ulas dalam tulisan sebelumnya, KARAKTER-KARAKTER UTAMA YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN BERDASARKAN HASIL SURVEI-SURVEI, sederhana / merakyat dan perhatian pada rakyat merupakan kualitas utama setelah jujur / integritas dari seorang pemimpin yang memang diinginkan oleh masyarakat.

Inilah penilaian terhadap Ganjar Pranowo dari K.H. Mustofa Bisri, salah seorang ulama yang saya kagumi dan telah diakui kredibilitas keilmuan, integritas, akhlak dan adabnya.

Bagaimana dengan pandangan ulama atau tokoh agama terhadap capres dan cawapres yang Anda dukung ?

Seorang ulama yang benar dan baik pasti lebih menilai capres dan cawapres dari karakternya. Rasulullah bersabda : "Tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak."

Oleh karena itu, ulama sebagai pewaris Nabi pasti akan mendukung seorang capres dan cawapres karena akhlaknya. Seorang pemimpin yang berakhlak benar dan baik niscaya akan membawa negeri ini pada kebaikan.


Salam Dukung Orang Baik,


Max Hendrian Sahuleka


REFERENSI :

  • https://m.jpnn.com/news/begini-kesaksian-gus-mus-soal-kepemimpinan-ganjar
  • https://www.liputan6.com/pemilu/read/5398820/sosok-ganjar-pranowo-di-mata-gus-mus-pemimpin-sederhana-yang-ingat-rakyat

KARAKTER-KARAKTER UTAMA YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN BERDASARKAN HASIL SURVEI-SURVEI

KARAKTER-KARAKTER UTAMA YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN BERDASARKAN HASIL SURVEI-SURVEI

Dalam tulisan saya sebelumnya, APA DASAR PERTIMBANGAN ANDA DALAM MEMILIH CAPRES DAN CAWAPRES  ?, saya telah menjelaskan bahwasannya dasar pertimbangan yang harus kita jadikan acuan dalam memilih capres dan cawapres adalah melihat karakternya.

Tinggal pertanyaannya, apa karakter-karakter utama yang harus kita perhatikan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat mengacu pada beberapa pertimbangan, yaitu :

  1. Pendapat dari para tokoh yang diakui kredibilitas, akhlak dan integritasnya.
  2. Hasil survei

Dalam tulisan saya ini, saya akan mengemukakan tentang karakter-karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin berdasarkan hasil survei dari beberapa orang dan atau lembaga survei yang diakui kredibilitasnya.

Ada 3 survei yang dapat kita jadikan acuan untuk mengetahui karakter-karakter apa daja yang harus kita perhatikan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu :


1. SURVEY JAMES KOUZES & BARRY POSNER [1]

Menurut survey James Kouzes dan Barry Posner tentang karakter-karakter dari seorang pemimpin yang paling dikagumi[, 3 karakter utama dari seorang pemimpin yang dikagumi, sebagaimana yang dapat kita lihat dalam gambar di bawah ini, adalah :

  1. Honest / Kejujuran
  2. Competent / Kemampuan
  3. Inspiring / Menginspirasikan

KARAKTER-KARAKTER UTAMA YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN BERDASARKAN HASIL SURVEI-SURVEI

Survey Kouzes dan Posner ini dituangkan dalam karyanya yang berjudul The Leadership Challenge, 6th Edition halaman 30.


2. HASIL SURVEI CSIS [2]

Menurut hasil survey dari CSIS, 3 karakter utama dari pemimpin yang diminati pemilih muda dalam Pemilu 2024, sebagaimana yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini, yaitu :

  1. Jujur / Tidak Korupsi
  2. Merakyat / Sederhana
  3. Tegas / Berwibawa

KARAKTER-KARAKTER UTAMA YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN BERDASARKAN HASIL SURVEI-SURVEI


3. HASIL SURVEI INDIKATOR POLITIK INDONESIA [3]

Menurut hasil survey dari INDIKATOR POLITIK INDONESIA, 3 karakter utama dari yang harus dimiliki calon Presiden, sebagaimana yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini, yaitu :

  1. Bersih dari korupsi
  2. Perhatian kepada rakyat
  3. Tegas

KARAKTER-KARAKTER UTAMA YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG PEMIMPIN BERDASARKAN HASIL SURVEI-SURVEI


KESIMPULAN :

Dari hasil ketiga survei di atas, kita dapat menemukan kesamaan pada karakter paling utama yang menempati urutan nomor 1 dalam surveinya, yaitu jujur atau integritas atau bebas dari korupsi.

"Jadi, siapa pun capres yang dianggap jujur bersih dari korupsi dan perhatian sama rakyat, itu kemungkinan akan unggul," kata Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparan surveinya secara daring, Sabtu (30/9/2023).

Dan banyak tokoh yang memang menyatakan bahwasannya karakter jujur adalah karakter yang paling utama.

Muhammad Hatta berkata : "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki."[4] Lebih lanjut, Bung Hatta berkata : “Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran.”[5]

Edwin Sandys berkata : “Kejujuran adalah kebijakan terbaik.”[6] Sedangkan Thomas Jeffeson berkata : “Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan.”[7]

Leo Tolstoy berpendapat bahwa kejujuran adalah hal yang revolusioner: “Tidak diperlukan tindakan kepahlawanan untuk mencapai perubahan terbesar dan terpenting dalam keberadaan umat manusia.... yang diperlukan hanyalah setiap individu mengatakan apa yang sebenarnya dia rasakan atau pikirkan, atau setidaknya bahwa dia tidak boleh mengatakan apa yang tidak dia pikirkan.”[8]

Filsuf pencerahan abad ke-18, William Wollaston, berpendapat bahwa semua agama pada akhirnya direduksi menjadi etika dan semua etika direduksi menjadi kejujuran.[9] Dan ini sejalan dengan pendapat Immanuel Kant yang menjadikan kewajiban kejujuran sebagai contoh inti teori etikanya.

Merriam-Webster mendefinisikan kejujuran sebagai “keadilan dan keterusterangan dalam berperilaku”. Dan dalam ajaran Islam dikatakan bahwa adil itu lebih dekat dengan takwa sebagai yang tertuang dalam Surat Al-Maidah (5) ayat 8 yang berbunyi : “Berlakulah adil karena adil itu lebih dekat pada takwa.”

Nabi Muhammad bersabda : “Hendaklah kalian semua menjadi jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan menyampaikan kalian ke surga. Bialamana seseorang itu jujur dan menguasai sifat jujur (secara terus menerus), maka Allah menetapkannya sebagai seorang yang jujur. Dan sekali-kali jangan kalian berbohong, karena sesungguhnya kebohongan itu maenggiring kalian kepada berbagai kejahatan (dosa) dan sesungguhnya berbagai kejahatan itu akan menggiring kalian ke neraka. Bilamana seseorang itu berbohong dan terus menerus berbohong, maka Allah akan menetapkannya sebagai pembohong. (HR Muslim)[10]

Allah SWT berfirman sebagaimana yang tertuang dalam Surat An-Nisa (4) ayat 69 yang berbunyi : Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Oleh karena itu, hendaklah kita bersama orang-orang yang jujur sebagaimana yang tertuang dalam Surat At-Taubah (9) ayat 119 yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar/jujur.”

Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas : “Maknanya: Jujurlahh dan teruslah berlaku jujur maka kamu akan bersama orang-orang yang jujur dan selamat dari kebinasaan, dan Allah akan menjadikan bagimu kelapangan serta jalan keluar dalam urusanmu.” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/230]

Seorang pemimpin yang hidupnya sederhana maka kemungkinan besar ia tidak melakukan tindak pidana korupsi. Dan seorang yang tidak melakukan tindak pidana korupsi adalah orang yang jujur atau berintegritas.

Pemimpin yang hidupnya sederhana akan lebih mudah merakyat. Dan pemimpin yang merakyat akan lebih mampu mendengarkan dan peduli suara rakyat.

Tinggal pertanyaannya, bagaimana kita tahu bahwa seseorang itu memiliki karakter jujur, sederhana dan merakyat ?

Insya Allah, saya membahas hal ini dalam tulisan-tulisan saya selanjutnya.


Salam Dukung dan Pilih Calon Pemimpin yang Jujur, Sederhana dan Merakyat,

Max Hendrian Sahuleka



[1] https://www.carrpediem.com/what-about-additional-characteristics-of-an-admired-leader

[2] https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/09/27/csis-ini-karakter-pemimpin-yang-diminati-anak-muda-di-pemilu-2024

[3] https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/10/02/survei-indikator-publik-paling-ingin-calon-presiden-yang-bersih-dari-korupsi

[4] https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Persepsi/20220818-mengembalikan-kebanggaan-yang-hakiki-terhadap-merah-putih

[5] https://pustaka.bunghatta.ac.id/index.php/437-kata-kata-bijak-bung-hatta-tentang-bela-negara

[6] https://en.wikipedia.org/wiki/Honesty

[7] https://en.wikipedia.org/wiki/Honesty

[8] https://en.wikipedia.org/wiki/Honesty

[9] https://en.wikipedia.org/wiki/Honesty

[10] https://muhammadiyah.or.id/jujur-membawa-ke-surga




APA DASAR PERTIMBANGAN ANDA DALAM MEMILIH CAPRES DAN CAWAPRES ?

APA DASAR PERTIMBANGAN ANDA DALAM MEMILIH CAPRES DAN CAWAPRES  ?

Apa landasan atau dasar pertimbangan Anda dalam memilh capres yang ada ? Banyak orang yang memilih capres yang ada lebih karena faktor mayoritas pilihan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Hal ini karena ia merasa nyaman jika memilih orang yang sama dengan orang-orang yang berada di sekitarnya, atau karena demi menghindari konflik dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mengenai landasan atau dasar pertimbangan mayoritas atau kebanyakan pilihan dari orang-orang yang ada di sekitarnya inilah yang dikritik dalam ajaran Islam sebagaimana tertuang dalam Surat Al-An’am ayat 116 yang berbunyi : “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”

Lebih lanjut, ajaran Islam mengajarkan kepada kita agar jangan mengikuti sesuatu yang kita tidak mempunyai pengetahuan tentangnya sebagaimana firman Allah SWT yang tertuang dalam Surat Al-Isra (17) ayat 36 yang berbunyi : “Dan janganlah kami mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Namun demikian, memiliki pengetahuan saja tidaklah cukup, melainkan pengetahuan tersebut haruslah dapat dipertanggungjawabkan secara rasional sebagaimana firman Allah SWT yang tertuang dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 111 : “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu termasuk orang yang benar.”

Dalam filsafat, kata ‘burhan’ yang bermakna bukti kebenaran dalam ayat di atas sama dengan makna ‘demonstratif’ yang dalam tradisi ilmiah artinya dapat diverifikasi dan telah terverifikasi atau teruji, dan ini artinya lebih dari sekedar ‘dialektika’.

Ini artinya pengetahuan yang kita miliki belum tentu merupakan bukti kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, landasan pengetahuan yang kita miliki sebagai dasar pengambilan keputusan bukanlah berdasarkan pertimbangan rasional, melainkan pertimbangan emosional, hanya merupakan persangkaan, menyangka bahwa itu adalah landasan pertimbangan yang rasional.

Sering kita menyaksikan betapa banyak orang yang kemudian menyesal dengan apa yang terjadi dan menimpa dirinya dan lingkungan sekitarnya akibat dari keputusan yang dibuat atau diambilnya yang tidak berlandaskan landasan atau dasar pertimbangan rasional yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Mulk (67) ayat 10 yang berbunyi : “Sekiranya (dahulu) kamui mendengarkan atau memikirkan (menggunakan akal), tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Dasar pertimbangan yang emosional atau tidak rasional ini dapat berupa sentimen pribadi, sentimen kelompok, sentimen agama, sentimen suku, sentimen ras, dan lain sejenisnya.

Lalu apa landasan atau dasar pertimbangan yang dapat dibenarkan dan dipertanggungjawabkan dalam membuat sebuah keputusan ?

APA DASAR PERTIMBANGAN ANDA DALAM MEMILIH CAPRES DAN CAWAPRES  ?

Landasan atau dasar pertimbangan yang dapat dibenarkan dan dipertanggungjawabkan dalam membuat sebuah keputusan ini harus bersifat rasional yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Menurut penulis, ada 3 landasan atau dasar pertimbangan rasional yang dapat dipertanggugjawabkan terkait dengan memilih capres yang ada, yaitu :

1. Karakter

2. Gagasan (Visi dan Misi)

3. Rekam Jejak 

Dari ketiga landasan di atas, yang manakah yang paling dapat dijadikan landasn atau dasar pertimbangan paling utama dalam memilih capres ?

Abraham Lincoln berkata : “Karakter itu seperti pohon, dan reputasi itu seperti bayangannya. Bayangan adalah apa yang kita pikirkan tentangnya, dan pohon adalah apa yang nyata.”[1]

Lebih lanjut, Henry Louis Mencken berkata : “Karakter adalah sesuatu yang lebih berarti dari peradaban manusia daripada kebijaksanaan.”[2]

Sebuah peradaban yang cemerlang memang berawal dari gagasan yang cemerlang, namun itu semua tidak akan terealisasi tanpa adanya karakter yang baik dan luar biasa.

Pertanyaannya adalah apa itu karakter ?

Banyak definisi karakter. Namun penulis hanya menga,bil beberaoa definisi saja tentang karakter. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.[3]

Soemarsono Soedarsono menyebut karakter sebagai suatu nilai yang tertanam dalam diri individu yang diperoleh dari pengalaman, pendidikan, pengorbanan, percobaan, serta pengaruh lingkungan yang selanjutnya dipadupadankan dengan nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang dan menjadi nilai intrinsic yang terwujud di dalam sistem daya juang yang kemudian menandai sikap, perilaku, dan pemikiran individu. [4]

Tyron Edward mengatakan : “Thoughts lead on to purposes; purposes go forth in action; actions form habits; habits decide character; and character fixes our destiny.” (“Pikiran mengarah pada tujuan; tujuan diwujudkan dalam tindakan; tindakan membentuk kebiasaan; kebiasaan menentukan karakter; dan karakter menentukan nasib kita.”)[5]

Dan hal ini pula yang disampaikan oleh Allah SWT terkait dengan kesuksesan Nabi sehingga diikuti oleh banyak orang sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Maidah (5) ayat 159 yang berbunyi : “Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu.”

Ayat di atas menegaskan bahwa Nabi Muhammad diikuti oleh banyak orang adalah karena perilakunya di mana ini dilakukan berulang-ulang secara konsisten sehingga menjadi karakter, dan karakter inilah yang membuahkan kesuksesan bagi diri Nabi Muhammad sehingga diikuti oleh banyak orang.

Tinggal pertanyaannya, karakter-karakter apa saja yang paling penting untuk menjadi kriteria dalam memilih capres ? Lalu bagaimana kita dapat mengetahui bahwa capres-capres tersebut memiliki karkater tersebut ?

Insya Allah, dalam tulisan selanjutnya, saya akan membahas tentang karakter-karakter apa saja yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan sebagai kriteria dalam memilih capres dan cawapres, serta bagaimana kita dapat mengetahui bahwa para capres dan cawapres memiliki karakter-karakter tersebut.


Salam Dukung dan Pilih Calon Pemimpin yang Memiliki Karakter Paling Baik,

Max Hendrian Sahuleka

-------------------------

[1] https://indonesiasatu.co/detail/karakter-adalah-segalanya

[2] https://jagokata.com/kata-bijak/henry_louis_mencken/2295/karakter-adalah-sesuatu-yang-lebih-berarti-bagi-peradaban-manusia.html

[3] https://katadata.co.id/safrezi/berita/6200e6cd6cdcf/karakter-adalah-tabiat-pahami-unsur-dan-jenisnya

[4] https://katadata.co.id/safrezi/berita/6200e6cd6cdcf/karakter-adalah-tabiat-pahami-unsur-dan-jenisnya

[5] https://www.passiton.com/inspirational-quotes/4921-thoughts-lead-on-to-purposes-purposes-go-forth

  • SHARE